5 Level Pencegahan Penyakit (Leavell & Clark)

5 level pencegahan penyakit dikembangkan oleh Leavell & Clark (1958). Teori ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan pencegahan dalam ilmu kesehatan masyarakat.

Sebab banyak penyakit dapat dicegah jika masyarakat pengetahuan yang bagus mengenai penyakit didorong untuk mengambil langkah-langkah pencegahan pada waktu yang tepat.

Leavel & Clark membagi 5 level pencegahan penyakit tersebut menjadi tiga kategori yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. Sasaran pencegahan primer kepada masyarakat sehat, sekunder kepada kelompok sakit dan tersier kepada orang yang baru saja sembuh.

5 Level Pencegahan Penyakit

1) Promosi kesehatan (health promotion)

Promosi Kesehatan termasuk tahap pencegahan primer. Tujuannya adalah membuat masyarakat sehat agar tetap sehat dan jauh dari penyakit.

Caranya adalah dengan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Misalnya melalui penyuluhan kesehatan atau konseling.

Baca juga: Tantangan Promosi Kesehatan dalam Pandemi COVID-19

2) Proteksi spesifik (specific protection)

Level ini masih menjadi bagian dalam pencegahan primer. Contoh kegiatannya adalah pemberian imunisasi pada anak.

Tujuannya adalah memberikan perlindungan khusus untuk menghambat atau mencegah terjadinya terserang penyakit.

3) Deteksi dini dan perawatan segera (early recognition and prompt treatment)

Deteksi dini dan perawatan segera termasuk tahap pencegahan sekunder. Tujuannya adalah melakukan skrining atau penemuan penyakit sehingga dapat dicegah penularannya. Selain itu menyediakan perawatan segera sebelum penyakit semakin parah.

Contohnya adalah kegiatan pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemeriksaan darah dan lain sebagainya.

Baca juga: Mengenal Epidemiologi dalam Dunia Kesehatan Masyarakat

4) Pembatasan disabilitas (disability limitation)

Pada tahap ini dilakukan pencegahan atau pengurangan terhadap konsekuensi akibat penyakit yang secara klinis sudah mencapai tahap lanjut (parah).

Tahap yang masuk dalam kategori sekunder ini bertujuan untuk mencegah risiko kecacatan dan risiko komplikasi. Contohnya dengan pemberian terapi obat diabetes untuk mencegah kemungkinan amputasi kaki.

5) Rehabilitasi (rehabilitation)

Rehabilitasi atau pemulihan ini adalah satu-satunya dalam kategori pencegahan tersier.

Tujuannya untuk membantu pasien yang baru sembuh agar kembali dapat beraktivitas seperti biasa meski terjadi perubahan secara fisik (misalnya kecacatan).

Baca juga: Teori HL Bloom dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat

Catatan sehat:

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan strategi pencegahan yang tepat maka kita dapat menekan angka kesakitan dan kematian. Bahkan juga dapat menekan biaya-biaya pengobatan.

Leave a Reply