CatatanSehat » Kesehatan Masyarakat » Teori HL Bloom dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat

Teori HL Bloom dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat

Teori HL Bloom telah dikenal lama dalam ilmu kesehatan masyarakat. Teori ini banyak digunakan untuk mendeksripsikan faktor atau penyebab kejadian penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi dilingkup masyarakat.

WHO mendefinisikan konsep sehat sebagai keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat. Oleh karena itu, sebab terjadinya penyakit tidak dapat dinilai dari satu faktor saja.

Hendrik L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu mulai dari gaya hidup, keturunan, lingkungan serta sistem pelayanan kesehatan itu sendiri.

Berikut penjelasan dari 4 faktor tersebut:

1. Gaya hidup (life style)

HL Bloom Perilaku

Gaya hidup atau perilaku memegang peran penting terhadap status kesehatan. Kebiasaan, tindakan atau aktivitas yang tidak sehat tentu merujuk pada suatu penyakit.

Misalnya pola makan berlebih yang dapat memicu obesitas. Sebaliknya pola makan yang serba kekurangan pun mendorong kasus gizi buruk. Oleh karena itu, pola hidup atau perilaku sangat mempengaruhi status kesehatan.

2. Lingkungan

faktor lingkungan

Lingkungan memegang peran besar dalam kesehatan. Faktor ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik seperti sarana prasarana dan sanitasi, sedangkan lingkungan non fisik meliputi sosial, ekonomi, politik, budaya.

Contoh pengaruh lingkungan terhadap kejadian penyakit dapat terlihat pada kasus demam berdarah. Penyakit ini rawan terjadi pada lingkungan kumuh, banyak semak atau pepohonan, genangan air dan sampah yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.

3. Pelayanan Kesehatan

yankes

Pelayanan kesehatan juga memegang peran dalam status kesehatan masyarakat. Ketersediaan pelayanan kesehatan yang terjangkau, kecukupan alat dan obat-obatan, kompetensi tenaga kesehatan menjadi faktor penting.

Saat ini masih banyak daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Beberapa kasus dialami ibu hamil yang terlambat memperoleh penanganan karena jauhnya lokasi pelayanan kesehatan.

4. Genetik (Keturunan)

HL Bloom Genetik

Faktor ini adalah faktor yang sulit untuk di intervensi. Sebab masalah atau penyakit tersebut bersifat hereditas atau dikenal dengan istilah genetik atau keturunan.

Oleh karena itu, untuk faktor ini yang dapat dilakukan hanya pencegahan terhadap kekambuhannya saja.

Catatan Sehat:

Keempat determinan atau faktor dalam teori HL Bloom tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi status kesehatan seseorang.

Namun jika diurutkan, maka lingkungan memiliki andil terbesar dalam mempengaruhi kesehatan, kemudian disusul faktor perilaku atau gaya hidup, lalu pelayanan kesehatan dan terakhir faktor genetik.

Penerapan teori tersebut sangat membantu ahli kesehatan masyarakat dalam mencari penyabab masalah dan kemudian menyusun program penanggulangan.

Share this:

Fajrin Violita

One thought on “Teori HL Bloom dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *