Persepsi Dalam Teori Health Belief Model

Dalam ilmu Kesehatan Masyarakat, perilaku individu sangat menentukan status kesehatan seseorang. Salah satu teori yang sering digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang mau atau tidak mau melakukan tindakan kesehatan adalah Health Belief Model (HBM).

Model ini menjelaskan bahwa keputusan seseorang untuk berperilaku sehat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap risiko dan manfaat tindakan tersebut.

Komponen HBM

1. Perceived Susceptibility (Kerentanan terhadap penyakit)

Ini adalah keyakinan seseorang tentang seberapa besar kemungkinan mereka terkena penyakit. Atau seberapa rentan ia terkena penyakit.

Contoh: Seorang pekerja kantoran mendengar bahwa rekan kerjanya sakit TB, jika ia paham penularan TB maka ia akan merasa berisiko terpapar karena telah berinteraksi dengan temannya yang sakit.


2. Perceived Severity (Tingkat keparahan penyakit)

Ini adalah persepsi tentang seberapa serius dampak suatu penyakit. Semakin parah maka semakin mendorong individu untuk mencegah dirinya dari penyakit tersebut.


Misalnya, jika seseorang menganggap TB atau Tuberkulosis adalah penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati, maka ia akan melakukan tindakan pencegahan agar dirinya tidak tertular.

Baca juga: PTM & PM : Konsep Penyakit Tidak Menular & Penyaki Menular


3. Perceived Benefits (Manfaat yang dirasakan)

Persepsi ini adalah keyakinan bahwa tindakan kesehatan tertentu akan memberikan manfaat. Semakin besar manfaat maka semakin besar dorongan untuk menerapkan perilaku yang disarankan.

Contoh: Imunisasi dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mencegah dari penyakit. Jika ibu paham manfaat tersebut tentu ia akan semangat membawa anaknya untuk imunisasi di Posyandu.


4. Perceived Barriers (Hambatan yang dirasakan)

Faktor ini adalah hal-hal yang menghalangi seseorang melakukan tindakan kesehatan. Atau bisa disebut alasan tidak ingin mengikuti perilaku yang disarankan.

Umumnya hambatan yang sering dihadapi adalah dari segi biaya/keuangan, waktu, jarak, efek samping, atau adanya larangan.

Misalnya, pada kasus imunisasi bayi, hambatan yang bisa membuat ibu batal membawa anaknya ke Posyandu adalah jarak dari rumah yang jauh, tidak ada uang untuk transportasi atau jika ada larangan dari keluarganya.

Baca juga: Teori Lawrence Green: Perubahan Perilaku Kesehatan

Catatansehat: Health Belief Model merupakan teori penting dalam Kesehatan Masyarakat yang membantu menjelaskan perilaku kesehatan individu. Dengan memahami komponen HBM, intervensi kesehatan dapat dibuat lebih efektif dan sesuai dengan kondisi psikologis masyarakat.